Tekanan Industri Tekstil
Industri tekstil selama ini menjadi sektor strategis yang berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia, khususnya sandang, melalui aktivitas pengolahan serat menjadi benang, kain, dan berbagai produk tekstil turunan.
Selain fungsi sosialnya, sektor ini juga memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dikutip dari jurnal InFestasi, pada 2024 industri tekstil menyumbang sekitar 4,26 persen terhadap PDB sektor manufaktur dan menyerap sekitar 957 ribu tenaga kerja.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir industri tekstil nasional menghadapi tekanan serius, terutama akibat meningkatnya impor produk tekstil, termasuk maraknya pakaian bekas impor atau thrifting.
Kondisi ini mendorong pergeseran preferensi konsumen ke produk impor yang lebih murah dan beragam, sehingga melemahkan daya saing produk tekstil domestik.