Airlangga menjelaskan bahwa fokus pemerintah adalah memperkuat sisi produksi sekaligus memperluas akses pasar internasional, salah satunya melalui percepatan perjanjian kerja sama IEU-CEPA dengan Uni Eropa.
"Bapak Presiden mengingatkan kita pernah mempunyai BUMN tekstil dan ini akan dihidupkan kembali. Sehingga pendanaan 6 billion (USD6 miliar) nanti akan disiapkan oleh Danantara," kata Airlangga.
Seiring dengan itu, Danantara Indonesia serius mengkaji pembentukan BUMN sektor tekstil. Sektor ini dinilai strategis untuk memperkuat industri padat karya nasional.
Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara, Rosan Roeslani mengatakan, pada dasarnya setiap keputusan investasi Danantara selalu melalui uji kelayakan (feasibility study) dan penilaian (assesment) menyeluruh.
Namun, Danantara tidak hanya mengejar imbal hasil (return), melainkan juga dampak investrasi tersebut terhadap kondisi sosial dan ekonomi.