Di sisi lain, perbaikan terbatas mulai terlihat pada PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) yang berhasil keluar dari distress zone dan naik ke grey zone, menandakan adanya pemulihan meski kondisi keuangannya masih rapuh.
Sementara itu, PT Indo-Rama Synthetics Tbk (INDR) tercatat bertahan di grey zone selama lima tahun berturut-turut, mencerminkan stabilitas yang belum cukup kuat untuk dikategorikan aman.
Satu-satunya emiten dengan profil keuangan solid adalah PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO), yang secara konsisten berada di safe zone dengan nilai Z-Score yang menunjukkan stabilitas finansial yang kuat.
Secara keseluruhan, riset ini menegaskan bahwa industri tekstil nasional masih berada dalam kondisi rentan, dengan mayoritas emiten menghadapi tekanan keuangan yang signifikan.
Oleh karena itu, penelitian ini menekankan urgensi perbaikan manajemen keuangan di tingkat perusahaan serta perlunya dukungan kebijakan industri yang lebih kuat untuk menjaga keberlanjutan dan daya saing sektor tekstil di tengah meningkatnya persaingan pasar.