"Tentunya juga kita kan ada kriteria-kriteria atau parameter-parameter yang harus kita penuhi, termasuk juga parameter yang kita masuk itu adalah lapangan pekerjaan," ujarnya di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Menurut Rosan, sektor tekstil memiliki karakteristik sebagai industri padat karya yang berperan penting bagi ekonomi nasional.
Dia menyebut, Danantara selalu melihat peluang, termasuk pada perusahaan-perusahaan tekstil yang kinerja keuangannya tertekan untuk diperbaiki (turnaround) lewat restrukturisasi.
"Kita terbuka untuk menerima misalnya, investasi yang secara return mungkin lebih rendah dari parameter kita, apabila penciptaan lapangan pekerjaan lebih tinggi," katanya.
Dia menegaskan, pendekatan restrukturisasi yang disiapkan tidak hanya menyangkut permodalan, tetapi juga mencakup penjaminan pasar, penyiapan offtaker, perbaikan rantai pasok, hingga efisiensi operasional, sebagaimana pola yang telah diterapkan dalam penataan sejumlah BUMN sebelumnya.