sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Review MSCI Juni Berpotensi Tentukan Arah IHSG Selanjutnya

Market news editor Desi Angriani
13/05/2026 19:52 WIB
Agenda tersebut berpotensi menjadi katalis yang jauh lebih penting bagi arah pasar saham Indonesia dibandingkan index review Mei.
Review MSCI Juni Berpotensi Tentukan Arah IHSG Selanjutnya (Foto: iNews Media Group)
Review MSCI Juni Berpotensi Tentukan Arah IHSG Selanjutnya (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Arah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa bulan ke depan akan sangat dipengaruhi oleh hasil MSCI Market Accessibility Review Juni 2026.

Agenda tersebut berpotensi menjadi katalis yang jauh lebih penting bagi arah pasar saham Indonesia dibandingkan index review Mei.

Pasar akan mencermati apakah MSCI akan mencabut pembekuan terhadap FIF/NOS, membuka kembali peluang penambahan saham Indonesia ke indeks IMI, serta mengizinkan migrasi size-segment pada review berikutnya di Agustus 2026.

"Investor juga menanti kepastian bahwa risiko penurunan status Indonesia menjadi frontier market tidak lagi menjadi ancaman," tulis Stockbit, Rabu (13/5/2026).

Berdasarkan hasil index review MSCI per 12 Mei 2026, enam saham Indonesia dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index, yakni AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT.

Selain itu, MSCI juga mencoret 13 saham dari MSCI Small Cap Index meliputi ANTM, AALI, BANK, BSDE, DSNG, SIDO, MIDI, MIKA, MSIN, TKIM, APIC, SSMS, dan TAPG.

Stockbit menilai, keputusan MSCI ini sejalan dengan ekspektasi pasar sebelumnya, terutama terkait masih dipertahankannya pembekuan pasar Indonesia oleh MSCI.

Kondisi itu menyebabkan tidak adanya penambahan saham baru Indonesia ke dalam MSCI Global Standard Indexes.

Selain itu, MSCI juga mengeksekusi penghapusan saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC), seperti BREN dan DSSA, mengikuti preseden yang sebelumnya diterapkan di pasar Hong Kong.

Stockbit menyebut, kedua saham ini berpotensi mengalami tekanan jual dari passive fund menjelang efektif rebalancing pada 29 Mei 2026.

Sementara itu, penghapusan saham non-HSC seperti AMMN, TPIA, dan CUAN, serta penurunan kelas AMRT ke Small Cap Index mencerminkan penyesuaian free float yang lebih rendah oleh MSCI.

Penyesuaian tersebut dilakukan dengan memanfaatkan data kepemilikan saham di atas satu persen dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement