Kenaikan laba tersebut ditopang oleh peningkatan laba usaha serta efisiensi beban operasional. Laba usaha perseroan tercatat sebesar Rp85,90 miliar, naik dari Rp46,66 miliar pada tahun sebelumnya.
Presiden Direktur RISE, Budi Agusti, mengatakan capaian tersebut menunjukkan fundamental bisnis perseroan yang semakin kuat.
“Pencapaian kinerja sepanjang 2025 menunjukkan fundamental bisnis perseroan yang semakin kuat. Pertumbuhan pendapatan yang konsisten serta lonjakan laba tahun berjalan mencerminkan keberhasilan kami dalam mengelola proyek secara selektif dan meningkatkan efisiensi operasional,” ujar Budi, dalam keterangan resminya yang dikutip Minggu, (29/3/2026).
Dari sisi struktur pendapatan, segmen pengembangan real estat masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi 54 persen atau senilai Rp220,9 miliar, sejalan dengan fokus bisnis perseroan sebagai pengembang properti.
Sementara itu, segmen perkantoran dan hospitality mulai menunjukkan peran yang semakin penting dalam menopang pendapatan berulang (recurring income), terutama seiring pemulihan aktivitas ekonomi dan meningkatnya mobilitas masyarakat.