BRI juga telah melakukan climate risk stress testing untuk memetakan risiko yang dihadapi berbagai segmen pembiayaan. Hasil analisis menunjukkan UMKM relatif tidak terlalu terdampak oleh risiko transisi menuju ekonomi rendah karbon, misalnya kebijakan pajak karbon.
Sebaliknya, sektor UMKM lebih rentan terhadap physical risk atau risiko fisik akibat perubahan iklim, seperti banjir, kekeringan, kebakaran hutan, serta fenomena El Niño yang dapat mengganggu operasional maupun pendapatan usaha.
Berdasarkan hasil tersebut, BRI menyiapkan sejumlah solusi pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaku UMKM. Salah satunya melalui skema green financing yang dipadukan dengan produk perlindungan berupa climate insurance.
"Kita melihat UMKM lebih terekspos terhadap physical risk. Karena itu, cara memperkenalkan keberlanjutan yang paling relevan adalah melalui produk, misalnya green financing untuk UMKM yang di-bundling dengan climate insurance agar mereka lebih resilien menghadapi risiko iklim," kata Yosephine.
Dia menambahkan, strategi tersebut merupakan bagian dari upaya BRI membangun ketahanan UMKM terhadap dampak perubahan iklim sekaligus memperkuat keberlanjutan sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.
(Dhera Arizona)