sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

RKAB, HPM, dan Pajak Ekspor Jadi Sentimen Penentu Arah Saham Nikel

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
30/03/2026 06:36 WIB
Sejumlah kebijakan baru pemerintah mulai dari rencana pajak ekspor produk nikel diperkirakan menjadi sentimen utama bagi sektor nikel pada 2026.
RKAB, HPM, dan Pajak Ekspor Jadi Sentimen Penentu Arah Saham Nikel. (Foto: Harum Energy)
RKAB, HPM, dan Pajak Ekspor Jadi Sentimen Penentu Arah Saham Nikel. (Foto: Harum Energy)

Pemerintah juga berencana memperkenalkan formula baru HPM bijih nikel yang kemungkinan memasukkan kandungan non-nikel seperti kobalt dan besi atau menaikkan correction factor (CF). Kebijakan ini berpotensi mendorong kenaikan HPM.

Dampaknya diperkirakan terbatas bagi penjual saprolit seperti PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) dan INCO karena harga pasar bijih sudah berada di atas HPM.

Sebaliknya, produsen limonit berpotensi diuntungkan karena HPM baru bisa melampaui harga pasar saat ini, dengan MBMA menjadi salah satu penerima manfaat utama melalui penjualan limonit ke pihak ketiga, termasuk Huayue Nickel Cobalt (HNC).

Di sisi lain, rencana penerapan pajak ekspor produk nikel dinilai menjadi tekanan bagi sektor ini.

Berdasarkan simulasi, setiap kenaikan pajak ekspor 1 persen akan paling berdampak pada PT Harum Energy Tbk (HRUM) dan INCO, diikuti MBMA, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), serta ANTM.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement