Pemerintah juga berencana memperkenalkan formula baru HPM bijih nikel yang kemungkinan memasukkan kandungan non-nikel seperti kobalt dan besi atau menaikkan correction factor (CF). Kebijakan ini berpotensi mendorong kenaikan HPM.
Dampaknya diperkirakan terbatas bagi penjual saprolit seperti PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) dan INCO karena harga pasar bijih sudah berada di atas HPM.
Sebaliknya, produsen limonit berpotensi diuntungkan karena HPM baru bisa melampaui harga pasar saat ini, dengan MBMA menjadi salah satu penerima manfaat utama melalui penjualan limonit ke pihak ketiga, termasuk Huayue Nickel Cobalt (HNC).
Di sisi lain, rencana penerapan pajak ekspor produk nikel dinilai menjadi tekanan bagi sektor ini.
Berdasarkan simulasi, setiap kenaikan pajak ekspor 1 persen akan paling berdampak pada PT Harum Energy Tbk (HRUM) dan INCO, diikuti MBMA, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), serta ANTM.