Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri terus mendorong konsolidasi dan penguatan skala industri perbankan syariah melalui peta jalan (roadmap) 2023-2027.
Jika terealisasi, IPO tersebut berpotensi menjadikan CIMB Niaga Syariah sebagai salah satu dari sedikit bank syariah murni yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), sekaligus menarik minat investor institusi domestik di tengah berkembangnya ekonomi halal.
Sebagai catatan, kinerja CIMB Niaga Syariah terus bertumbuh. Pada 2024, aset unit syariah ini meningkat 7,6 persen menjadi Rp67,5 triliun, sementara penyaluran pembiayaan naik 9,1 persen menjadi Rp60,3 triliun, berdasarkan laporan tahunan CIMB Niaga. (Aldo Fernando)