Namun, para analis tetap menyuarakan kekhawatiran bahwa defisit fiskal tahun ini berpotensi melebar melampaui batas hukum 3 persen, seiring upaya pemerintah meningkatkan belanja di tengah lemahnya penerimaan pajak.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.950-Rp16.980 per dolar AS.
(Febrina Ratna Iskana)