AALI
9500
ABBA
274
ABDA
0
ABMM
2420
ACES
705
ACST
167
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
765
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3080
AGAR
316
AGII
2310
AGRO
850
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
84
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1615
AKRA
1180
AKSI
272
ALDO
770
ALKA
296
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.01
-0.11%
-0.58
IHSG
7086.85
0.03%
+2.19
LQ45
1007.14
-0.07%
-0.66
HSI
20045.77
-0.77%
-156.17
N225
28249.24
0.26%
+73.37
NYSE
15273.23
0.32%
+49.03
Kurs
HKD/IDR 675
USD/IDR 14,929
Emas
853,771 / gram

Rupiah Hari Ini Perkasa Atas Dolar AS, Unggul 10 Poin ke Rp14.210

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Senin, 15 November 2021 10:19 WIB
Menilik pasar spot Bloomberg hingga pukul 09.49 WIB, mata uang Garuda naik 10 poin atau 0,07 persen di harga Rp14.210 per 1 Dolar AS.
Rupiah Hari Ini Perkasa Atas Dolar AS, Unggul 10 Poin ke Rp14.210. (Foto: MNC Media)
Rupiah Hari Ini Perkasa Atas Dolar AS, Unggul 10 Poin ke Rp14.210. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Nilai rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Senin (15/11/2021). Menilik pasar spot Bloomberg hingga pukul 09.49 WIB, mata uang Garuda naik 10 poin atau 0,07 persen di harga Rp14.210 per 1 Dolar AS.

Selain Rupiah, mata uang di Asia lainnya bergerak variatif terhadap Dolar AS pada pagi ini di tengah melemahnya indeks Dolar AS di level USD95,00.

Baht Thailand memimpin penguatan sebesar 0,35 persen, disusul Ringgit Malaysia melesat 0,11 persen, dan Dolar Australia 0,10 persen.

Selanjutnya Dolar Taiwan naik 0,02 persen dan Yen Jepang naik stabil 0,01 persen.

Sementara itu, penurunan terdalam dirasakan oleh Peso Filipina senilai -0,20 persen, disusul Yuan China -0,06 persen.

Dolar Hong Kong anjlok -0,02 persen, Won Korea Selatan terpuruk -0,02 persen, dan Dolar Singapura tertekan 0,01 persen.

Seperti diketahui, penurunan Dolar AS terjadi sejak Rabu lalu, saat data menunjukkan kenaikan inflasi AS yang tercepat sejak tahun 1990. Hal ini menimbulkan keraguan atas respons Bank Sentral AS bahwa tekanan harga hanya sementara.

Investor pasar uang memperkirakan kenaikan suku bunga pertama pada Juli tahun depan dan kemungkinan besar akan terjadi lagi pada November berikutnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD