Pengamat pasar modal Michael Yeoh menjelaskan penguatan saham AADI tidak lepas dari karakter fundamental perusahaan yang dinilai solid di tengah rotasi aset investor.
“Kita ketahui AADI merupakan salah satu company yang memiliki strong cash dengan porsi pemberian dividen yang besar. Kita bisa perhatikan terjadi shifting rotasi dari investor ke saham-saham basic fundamental seperti TLKM dan big banks yang cukup stabil sejak awal tahun,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).
Ia kemudian menilai prospek ADMR ditopang oleh kontribusi bisnis aluminium yang kian signifikan terhadap kinerja perseroan.
“ADMR juga sebagai company dengan coking coal dan aluminium, sementara ada potensi aluminium akan menjadi bottom line dari ADMR pada 2025 hingga lebih dari 50 persen dari total pendapatan. Kita ketahui juga harga aluminium sejak tahun lalu sudah naik lebih dari 12 persen,” imbuh dia.
Menurut hemat Michael, ADMR memiliki target ke 2.400, didukung sinyal teknikal yang menunjukkan terjadinya penembusan uptrend.