Sementara itu, analis Maybank Sekuritas Indonesia Hasan Barakwan memperkirakan, dikutip Dow Jones Newswires, AADI membukukan laba yang stabil sebesar USD757 juta pada 2025, ditopang oleh peningkatan produksi batu bara serta pengendalian biaya yang disiplin.
Menurut Hasan, perseroan memiliki eksposur yang relatif jarang ditemui, yakni pada bisnis batu bara termal yang terintegrasi secara vertikal, dengan biaya kas kuartil pertama serta tanpa beban belanja modal energi hijau yang menekan kinerja.
Selain itu, Adaro Andalan juga berpotensi memperoleh tambahan pertumbuhan dari pengembangan tambang Pari dan Ratah di Indonesia.
Atas dasar tersebut, Maybank Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi beli dan target harga Rp10.000 per saham. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.