sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Saham ANTM-BRMS Cs Reli usai Harga Emas Tembus USD5.000 Lagi

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
09/02/2026 10:09 WIB
Saham emiten emas bergerak solid di perdagangan Senin (9/2/2026) seiring menguatnya harga emas global dan meningkatnya minat investor pada aset lindung nilai.
Saham ANTM-BRMS Cs Reli usai Harga Emas Tembus USD5.000 Lagi. (Foto: Freepik)
Saham ANTM-BRMS Cs Reli usai Harga Emas Tembus USD5.000 Lagi. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Saham-saham emiten emas bergerak solid di perdagangan Senin (9/2/2026) seiring menguatnya harga emas global dan meningkatnya minat investor pada aset lindung nilai.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.01 WIB, penguatan paling menonjol datang dari PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang melesat 8,85 persen ke level Rp7.050 per unit, menjadikannya saham emas dengan kenaikan terbesar pada perdagangan hari ini.

Di posisi berikutnya, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melonjak 4,91 persen ke Rp2.990 per unit.

PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) turut mencatatkan penguatan 3,74 persen ke level Rp1.665 per saham, sementara PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 3,50 persen ke Rp3.840 per saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp243 miliar.

Selanjutnya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menguat 2,12 persen ke Rp965 per saham, diikuti PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang naik 1,33 persen ke Rp2.290 per saham.

Sementara itu, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) tercatat menguat lebih terbatas sebesar 1,03 persen ke level Rp7.325 per saham.

Penguatan saham-saham emas ini sejalan dengan kenaikan harga emas dunia yang kembali bergerak di atas USD 5.000 per troy ons, tepatnya USD5.010, pada Senin pagi, mencapai level tertinggi dalam lebih dari sepekan.

Kenaikan tersebut seiring investor menanti rilis data ekonomi utama Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan memberi petunjuk lebih jelas soal arah suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Menurut Trading Economics, laporan ketenagakerjaan Januari yang dijadwalkan rilis pada Rabu, yang diperkirakan menunjukkan tanda-tanda stabilisasi pasar tenaga kerja, serta data inflasi pada Jumat, akan menjadi fokus perhatian pelaku pasar.

Logam mulia ini juga mendapat dukungan dari perkembangan politik di Jepang.

Kemenangan telak Perdana Menteri petahana Sanae Takaichi memperkuat ekspektasi kebijakan fiskal yang lebih longgar dan berlanjutnya tekanan pelemahan yen.

Selain itu, permintaan dari bank sentral tetap kuat, dengan bank sentral China memperpanjang pembelian emasnya untuk bulan ke-15 berturut-turut pada Januari.

Dari sisi geopolitik, perundingan antara AS dan Iran pada Jumat lalu berakhir dengan kesepakatan untuk melanjutkan pembahasan pekan ini, sehingga meredakan kekhawatiran akan potensi eskalasi militer di kawasan tersebut. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement