IDXChannel - Indeks dolar, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sekeranjang enam mata uang datar di 97,629 pada awal pekan, Senin (9/2/2026). Adapun pekan ini akan diisi sejumlah rilis data penting dari Washington, termasuk penjualan ritel, inflasi, dan laporan ketenagakerjaan yang tertunda.
Pelaku pasar meningkatkan taruhan bahwa The Fed kemungkinan melonggarkan kebijakan tahun ini.
Melansir Reuters, kontrak berjangka Fed funds kini memperkirakan peluang implisit 19,9 persen untuk pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan bank sentral AS berikutnya pada 18 Maret, naik dari 18,4 persen pada Jumat, menurut alat FedWatch CME Group.
Poundsterling terakhir turun 0,1 persen ke USD1,3599 saat pasar mempertimbangkan perkembangan krisis politik yang melibatkan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, setelah kepala stafnya, Morgan McSweeney, mengundurkan diri pada Minggu.
Terhadap yuan China yang diperdagangkan di luar negeri di Hong Kong, dolar AS terakhir datar di 6,9317 yuan.
Dolar Australia terakhir naik 0,1 persen ke USD0,7018, sementara dolar Selandia Baru menguat tipis 0,1 persen ke USD0,6013 dan euro datar di USD1,1818.