AALI
8900
ABBA
232
ABDA
6025
ABMM
4650
ACES
625
ACST
210
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
800
ADMF
8525
ADMG
168
ADRO
4050
AGAR
302
AGII
2520
AGRO
640
AGRO-R
0
AGRS
102
AHAP
109
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1605
AKRA
1400
AKSI
324
ALDO
705
ALKA
294
ALMI
380
ALTO
177
Market Watch
Last updated : 2022/09/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.91
-0.84%
-4.57
IHSG
7178.58
-0.56%
-40.32
LQ45
1025.63
-0.68%
-7.01
HSI
17933.27
-1.18%
-214.68
N225
0.00
-100%
-27313.13
NYSE
0.00
-100%
-14236.60
Kurs
HKD/IDR 1,912
USD/IDR 15,030
Emas
805,406 / gram

Saham ANTM-TINS-INCO Cs Naik Berjamaah, 'Kesetrum' Sentimen Tesla?

MARKET NEWS
Melati Kristina - Riset
Kamis, 11 Agustus 2022 10:44 WIB
Saham emiten nikel naik berjamaah pagi ini di topang oleh melesatnya harga komoditas hingga 15,9 persen dalam setahun terakhir dan sentimen investasi Tesla.
Saham ANTM-TINS-INCO Cs Naik Berjamaah, 'Kesetrum' Sentimen Tesla? (Foto: MNC Media)
Saham ANTM-TINS-INCO Cs Naik Berjamaah, 'Kesetrum' Sentimen Tesla? (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Saham beberapa emiten nikel kompak menguat pada pembukaan sesi I perdagangan Kamis (11/8). Kenaikan saham nikel pagi ini ditopang oleh tumbuhnya harga nikel hingga 2,9 persen dalam sebulan dan rencana investasi Tesla ke RI.

Adapun saham nikel yang melesat hari ini adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Central Omega Resources Tbk (DKFT), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (11/8) pukul 10.01 WIB, harga saham ANTM melejit hingga 5,19 persen menjadi Rp2.220/saham. Dalam sepekan, saham ANTM melesat 12,69%.

Selain itu, DKFT juga mencatatkan kenaikan saham hingga 3,70 persen di perdagangan sesi I pagi ini. Sementara harga sahamnya mencapai Rp140/saham. Saham INCO juga terpantau naik pagi ini sebesar 3,04 persen menjadi Rp6.775/saham. Adapun, selama seminggu saham ini naik 11,48%.

Menyusul ketiga emiten tersebut, emiten nikel lainnya seperti PT Timah Tbk (TINS), PT Harum Energy Tbk (HRUM), dan PT PAM Mineral (NICL) turut terkerek pagi ini.

TINS misalnya mencatatkan pertumbuhan harga saham hingga 2,29 persen menjadi Rp1.565/saham. Ini membuat kenaikan saham TINS spepekan menjadi 8,28%.

Sedangkan HRUM juga menguat sebesar 2,25 persen di angka Rp1.815/saham.

Terakhir yakni NICL yang harga sahamnya naik hingga 1,98 persen pada perdagangan sesi I, Kamis (11/8). Adapun harga saham emiten ini dibuka menguat mencapai Rp104/saham.

Melesatnya harga saham emiten-emiten nikel pagi ini terjadi di tengah keputusan Tesla Inc, perusahaan kendaraan listrik asal Amerika Serikat yang telah menandatangani kontrak pembelian nikel dari Indonesia.

Kabar ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan pada Senin (8/8) lalu.

Menurutnya, kontrak itu ditandatangani dengan dua perusahaan Indonesia. Salah satunya berasal dari perusahaan bernama Huayou untuk kontrak selama lima tahun.

Akan tetapi, Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mengklarifikasi bila transaksi yang terjadi adalah pihak Tesla dengan perusahaan China yang berdiri di Indonesia. Bukan dengan perusahaan Indonesia langsung.

Mulyanto menjelaskan, material yang dijual-belikan dalam kontrak tersebut merupakan sumberdaya alam Indonesia (nikel). Namun karena sudah menjadi wilayah pengelolaan perusahaan China maka Indonesia tidak dapat mengambil nilai lebih lagi.

"Karena faktanya Tesla itu bertransaksi dengan Zhejiang Huayou Cobalt Co dan CNGR Advanced Material Co. Keduanya perusahaan China yang berdiri di Indonesia,” kata Mulyanto pada pernyataan tertulisnya, Rabu (10/8/2022).

Sebelumnya Perusahaan milik Elon Musk itu sudah meneken kontrak dengan perusahaan pengolah nikel di Indonesia. Dalam kesepakatan senilai 5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 74,3 triliun.

Selain itu, baik Tesla Inc maupun Foxconn berencana untuk berinvestasi ke Indonesia pada tahun ini. Adapun Kawasan Industri Batang (KIB) di Jawa Tengah akan menjadi lokasi investasi kedua perusahaan ini nantinya.

Kendati demikian, belum ada kepastian mengenai kapan investasi tersebut akan dilakukan di tahun ini sebab belum ada tanda tangan kesepakatan lebih lanjut.

Catatan saja, Tradingeconomics mencatat, harga nikel per Rabu (10/8/2022) mencapai USD22.422/ton. Ini berarti harga komoditas nikel sudah melesat 15,9 persen dalam kurun setahun terakhir. (ADF)

Periset: Melati Kristina

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD