Saham-saham tersebut memang tercatat memiliki free float yang rendah. Saham SGRO misalnya yang belum lama ini diakuisisi oleh pengendali baru, saat ini memiliki free float hanya 1,29 persen dari total saham beredar. Sementara saham BABY memiliki free float sebesar 7,65 persen.
Akibat free float yang minim, pergerakan harga saham cenderung volatil karena terlalu terkonsentrasi pada pengendali. Dengan masuk papan pemantauan khusus, saham SGRO hingga BABY akan diperdagangkan dengan skema full-call auction (FCA).
BEI sebelumnya telah mendorong pemilik perusahaan tercatat untuk melepas sahamnya lebih banyak ke publik. Ke depan, Bursa akan menerapkan aturan free float minimal 15 persen dari total saham beredar.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pasar modal yang diharapkan meningkatkan kredibilitas di mata investor, termasuk investor global.
(Rahmat Fiansyah)