AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Saham Batu Bara Kena ARB Berjamaah, Ada Apa?

MARKET NEWS
Melati Kristina - Riset
Jum'at, 01 Juli 2022 18:18 WIB
Saham emiten batu bara ambruk menyentuh Auto Rejection Bawah (ARB) 7 persen pada Jumat (1/7).
Saham Batu Bara Kena ARB Berjamaah, Ada Apa? (Foto: MNC Media)
Saham Batu Bara Kena ARB Berjamaah, Ada Apa? (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Saham emiten-emiten batu bara ambruk hari ini menyentuh Auto Rejection Bawah (ARB) 7 persen di tengah penguatan harga komoditas.

Adapun saham yang kena ARB pada Jumat (1/7) adalah PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Harum Energy Tbk (HRUM), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, harga saham TOBA anjlok minus 6,88 persen. Sementara harga sahamnya pada penutupan perdagangan, Jumat (1/7) sebesar Rp745/saham. Adapun selama sepekan harga saham emiten ini memerah di minus 13,37 persen.

HRUM juga mencatatkan penurunan harga saham yang merosot hingga minus 6,80 persen menjadi Rp1.440/saham. Selama sepekan, harga saham HRUM juga melemah di angka minus 14,03 persen.

UNTR juga menyusul dua emiten batu bara lainnya menyentuh ARB di angka minus 6,69 persen. Harga saham emiten ini merosot hingga Rp26.500/saham. Sama seperti HRUM dan TOBA, harga saham UNTR selama sepekan juga turun mencapai minus 9,48 persen.

Melemahnya harga saham emiten-emiten batu bara terjadi di tengah harga komoditas yang sedang menguat. Sebagaimana dilansir dari barchart, harga batu bara kontrak Agustus per Jumat (1/7) melesat 8,95 poin menjadi USD368,95/ton.

Menguatnya harga batu bara ditopang oleh tingginya permintaan dari Eropa dan Asia. Kekhawatiran pelaku pasar akan gangguan persediaan komoditas di tengah meningkatnya pasokan global menyebabkan harga batu bara kembali naik.

Di samping itu, permintaan batu bara dari China diperkirakan meningkat seiring pelonggaran karantina. Per Januari-Mei tahun ini, produksi batu bara dari negara ini meningkat 10,4 persen menjadi 1,81 miliar.

Adapun impor batu bara Negeri Tirai Bambu ini sebesar 96 juta ton selama periode tersebut, atau turun 13,6 persen. Akan tetapi, China meningkatkan impor secara besar-besaran selama Juni ini, khususnya dari Rusia untuk meningkatkan pasokan.

Selain ada tiga emiten batu bara yang kena ARB pada penutupan perdagangan hari ini, emiten batu bara lainnya juga mencatatkan penurunan harga saham di hari Jumat (1/7).

PT Indika Energy Tbk (INDY) mengalami penurunan harga saham yakni minus 5,58 persen menjadi Rp2.720/saham.  Selama sepekan, emiten ini juga mencatatkan kinerja saham yang negatif di angka minus 13,73 persen.

Sementara harga saham PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) juga terkontraksi hingga minus 5,51 persen pada Jumat (1/7). Adapun menurut BEI, harga saham MBAP ditutup melemah di angka Rp6.000/saham.

Beberapa saham emiten batu bara juga melemah berjamaah hari ini. Adapun Tim Riset IDX Channel merangkum harga saham emiten batu bara yang merosot pada penutupan perdagangan Jumat (1/7) dalam tabel berikut.

Harga Saham Emiten Batu Bara Pada Jumat (1/7/2022)

Sumber: Tim Riset IDX Channel, Bursa Efek Indonesia (BEI), Juli 2022 (data olahan)

Periset: Melati Kristina

(ADF)


Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD