Dari sisi intermediasi, total kredit BBCA tumbuh 5,8 persen yoy menjadi Rp953,22 triliun pada Februari 2026.
KB Valbury menilai perlambatan ini lebih disebabkan efek basis tinggi (high base effect) pada tahun lalu, bukan pelemahan struktural permintaan kredit.
Sementara itu, likuiditas tetap kuat dengan dana pihak ketiga tumbuh 9,9 persen yoy menjadi Rp1.227,76 triliun, ditopang pertumbuhan CASA 13 persen dan giro yang melonjak 22,3 persen yoy.
Net interest margin (NIM) tercatat 5,24 persen, turun dibandingkan 5,75 persen pada periode yang sama tahun lalu, namun masih dianggap stabil dan berada dalam kisaran target 2026 di level 5,4 persen.
Kualitas aset juga tetap solid dengan credit cost rendah di 0,31 persen, membaik dari 0,40 persen pada Februari 2025.