IDXChannel – Saham emiten Grup Djarum PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun tajam sepanjang tiga bulan pertama 2026 di tengah aksi jual masif investor asing.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 11.38 WIB, saham BBCA telah melemah 15,98 persen secara year to date (YtD) dan diperdagangkan di level Rp6.500 per saham.
Sepanjang 2025, saham BBCA juga ditutup di zona negatif dengan penurunan 13,40 persen. Kinerja tersebut menjadi penurunan tahunan pertama sejak saham BBCA merosot 8,75 persen pada 2008 saat krisis finansial global.
Investor asing tercatat membukukan aksi jual bersih (net sell) di saham BBCA sebesar Rp20,59 triliun sejak awal 2026, menjadi yang terbesar di bursa sejauh ini.
Prospek BBCA
Riset KB Valbury Sekuritas yang terbit pada 31 Maret 2026 menilai BBCA pada dua bulan pertama 2026 masih stabil dan sesuai dengan proyeksi, meski pertumbuhan laba terlihat relatif kecil.