KB Valbury memperkirakan laba bersih konsolidasi BBCA pada kuartal I-2026 akan mencapai Rp14,64 triliun, sedikit di bawah konsensus pasar Rp14,80 triliun.
Secara umum, proyeksi manajemen dinilai realistis dengan target pertumbuhan kredit 8-10 persen, NIM 5,4-5,6 persen, dan credit cost 40-50 basis poin.
Meski demikian, KB Valbury menyoroti risiko dari sisi kepercayaan pasar akibat ketidakpastian ekonomi domestik, melemahnya konsumsi, serta perubahan outlook peringkat kredit oleh Moody's dari stabil menjadi negatif.
Tekanan juga datang dari ketegangan geopolitik global dan pergerakan nilai tukar rupiah.
Di sisi lain, KB Valbury menilai saham BBCA masih menarik dengan potensi katalis dari dividend yield yang tinggi, rencana buyback saham, serta peluang pembagian dividen interim kuartalan pada 2026.