Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan, seperti dikutip Reuters, Selasa (21/4/2026), pihaknya optimistis MSCI akan merespons positif langkah-langkah perbaikan yang tengah dijalankan.
Ia juga menyebut MSCI kini tidak lagi menyinggung risiko penurunan (downgrading) status pasar saham Indonesia dalam penilaiannya.
Kilas Balik Daftar HSC
Sebelumnya, BEI merilis daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi per 2 April 2026, berdasarkan data kepemilikan scrip dan scripless per 31 Maret 2026. Publikasi ini bertujuan meningkatkan transparansi dan tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran di pasar modal.
Dalam daftar tersebut, sejumlah emiten tercatat memiliki kepemilikan yang sangat terkonsentrasi, seperti PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) sebesar 99,85 persen, PT Ifishdeco Tbk (IFSH) 99,77 persen, PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) 98,35 persen, dan PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) 97,75 persen.
BREN dan DSSA juga masuk dalam kategori tersebut, masing-masing dengan konsentrasi kepemilikan sebesar 97,31 persen dan 95,76 persen, yang kemudian menjadi sorotan dalam kaitannya dengan penilaian investabilitas oleh MSCI. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.