“Namun secara bisnis, ini akan membagi market shares, meskipun perjalanannya juga masih panjang dan tidak semudah itu,” katanya.
Dalam konteks pasar saham, Michael melihat sentimen tersebut berpotensi tercermin pada pergerakan harga saham COIN dalam jangka pendek. “Jadi saya melihat peluang saham COIN koreksi menuju maksimal di area 3.000,” imbuh dia.
Pada medio Desember 2025, PT Arsari Nusa Investama, bagian dari Arsari Group, resmi masuk sebagai pemegang saham COIN.
Arsari Group, perusahaan investasi multisektor yang dipimpin Hashim Djojohadikusumo, tidak mengungkapkan nilai maupun total saham COIN yang diakuisisi.
COIN merupakan perusahaan holding investasi aset kripto yang menyediakan layanan tata kelola, hubungan investor, serta advisory bagi dua anak usahanya, yakni PT Central Finansial X (CFX) sebagai Bursa Aset Kripto dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) sebagai lembaga kustodian.