Dia menilai pelemahan tersebut tergolong wajar karena terjadi peningkatan suplai saham di pasar yang tidak diimbangi permintaan. Kondisi ini membuat tekanan jual lebih dominan dan mendorong harga bergerak turun.
“Secara fundamental, rasio price to-earnigs (P/E) dan price-to book value (PBV) DATA juga masih tinggi, bahkan saat harga sahamnya sudah turun valuasinya tetap tergolong mahal,” kata dia.
Apabila menilik data, P/E DATA 27,5 kali, di atas rata-rata industri yang berada di kisaran 16 kali.
Selain itu, kata Nafan, sentimen negatif pasar Indonesia yang masih volatil turut menekan pergerakan saham, terutama pada kelompok saham mid cap dan small cap yang belakangan mengalami tekanan cukup besar.
Dari sisi laporan keuangan, DATA mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang 2025 dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dibandingkan tahun sebelumnya.