Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi per 31 Desember 2025, pendapatan perseroan naik menjadi Rp430,35 miliar dari Rp348,19 miliar pada 2024, atau tumbuh sekitar 23 persen secara tahunan. Kenaikan pendapatan tersebut mendorong laba bruto meningkat menjadi Rp319,56 miliar dari Rp259,22 miliar.
Dari sisi operasional, laba usaha tercatat Rp168,28 miliar, naik dari Rp146,02 miliar pada tahun sebelumnya.
Namun, laba sebelum pajak turun menjadi Rp139,21 miliar dari Rp145,22 miliar, terutama dipengaruhi oleh lonjakan beban keuangan yang meningkat menjadi Rp15,27 miliar dari Rp3,01 miliar pada 2024
Meski demikian, laba tahun berjalan tetap tumbuh menjadi Rp105,62 miliar dibandingkan Rp99,44 miliar pada tahun sebelumnya. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.