Di sisi lain, harga emas dunia justru mulai pulih.
Mengutip Trading Economics, harga emas naik di atas USD4.500 per ons pada Rabu, menandai penguatan dua hari berturut-turut seiring meningkatnya harapan meredanya konflik Timur Tengah setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat (AS) tengah membuka jalur negosiasi dengan Iran.
Media Israel menyebut Washington mengupayakan gencatan senjata selama satu bulan untuk membuka ruang perundingan, sementara The New York Times melaporkan AS telah mengirimkan proposal 15 poin kepada Iran guna mengakhiri konflik.
Optimisme tersebut muncul meski Presiden AS Donald Trump memerintahkan pengiriman sekitar 2.000 pasukan tambahan ke kawasan Timur Tengah, sebagai bagian dari opsi untuk meredakan ketegangan terkait kendali Iran atas Selat Hormuz.
Dalam beberapa waktu terakhir, harga emas sempat jatuh hingga 25 persen dari level tertinggi akibat lonjakan harga energi yang dipicu konflik Iran, sehingga meningkatkan kekhawatiran inflasi dan mendorong ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama.
Gubernur Federal Reserve (The Fed) Michael Barr bahkan menegaskan bank sentral kemungkinan perlu mempertahankan suku bunga tetap tinggi untuk memastikan inflasi terkendali, yang turut menekan prospek emas dalam jangka pendek.