Rebalancing indeks biasanya diikuti aksi penyesuaian kepemilikan oleh dana pasif global, sehingga berpotensi menimbulkan volatilitas jangka pendek pada saham-saham yang masuk atau keluar indeks.
Kabar lainnya soal EMAS, perseroan mengajukan pencatatan saham (IPO) di bursa Hong Kong.
Langkah ini ditujukan untuk memperluas basis investor sekaligus mengakses modal luar negeri, seiring produksi di tambang emas unggulannya, Pani Gold Mine, terus meningkat.
Dalam pengajuan yang dikirim ke Bursa Hong Kong pada Jumat (20/3/2026) pekan lalu, seperti dikutip Reuters, Senin (23/3), perusahaan yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini menyebut bahwa listing di Hong Kong akan meningkatkan profilnya di mata investor institusi internasional.
UBS dan Citic Securities ditunjuk sebagai penjamin emisi bersama untuk proses IPO ini.