Ciptadana mencatat bahwa tanpa biaya integrasi pada kuartal III-2025, laba bersih normal EXCL sebenarnya dapat mencapai Rp1,2 triliun, melonjak 278,4 persen secara kuartalan dan 219,6 persen secara tahunan.
Ini menunjukkan profitabilitas inti yang kuat dan potensi lonjakan kinerja ketika biaya integrasi mereda.
Meski demikian, Ciptadana menekankan beberapa risiko yang perlu dicermati, yaitu: pertumbuhan ARPU yang stagnan, lemahnya daya beli konsumen dalam periode berkepanjangan, serta risiko EXCL gagal memaksimalkan sinergi pasca-merger. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.