Simon juga menyoroti efisiensi biaya yang mulai terlihat. “Biaya layanan kami juga menurun seiring dengan strategi teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kami yang mulai membuahkan hasil.”
Ia menambahkan kondisi keuangan perusahaan saat ini cukup solid.
Meski kinerja awal tahun cukup kuat, GoTo tetap mempertahankan target EBITDA setahun penuh di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.
Proyeksi ini mempertimbangkan ketidakpastian makroekonomi global, termasuk potensi peningkatan persaingan, tekanan biaya, serta dinamika eksternal lainnya. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.