Apabila seluruh saham baru diterbitkan, pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya berpotensi mengalami dilusi hingga 36,36 persen.
Berdasarkan prospektus, cum rights di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 28 Juli 2026, sedangkan perdagangan dan pelaksanaan HMETD berlangsung pada 3-7 Agustus 2026.
Sekitar 80 persen dana hasil rights issue akan disalurkan kepada PT Sarana Ekomobilitas Indonesia untuk mendukung pengembangan bisnis kendaraan listrik melalui pembelian kendaraan dari VKTR pada 2026-2027. Adapun 20 persen sisanya akan digunakan sebagai modal kerja.
Sementara itu, emiten energi Grup Bakrie, ENRG, juga bersiap menghimpun dana segar melalui rights issue.
Perseroan akan menerbitkan hingga 13,28 miliar saham baru Seri B dengan harga pelaksanaan Rp310 per saham sehingga berpotensi meraih dana sekitar Rp4,12 triliun.