Jika ditelaah menggunakan pendekatan arus kas masa depan melalui model Discounted Cash Flow (DCF), harga wajar INDS diperkirakan berada di kisaran Rp59 per saham. Dengan demikian, harga saat ini tergolong sangat mahal atau overvalued dibandingkan nilai intrinsiknya.
Sementara itu, jika dibandingkan dengan price to sales ratio (PS) perusahaan sejenis yang rata-rata berada di kisaran 1,3 kali, valuasi INDS juga terbilang tinggi karena saat ini diperdagangkan pada level PS sekitar 4,7 kali.
Kabar Teranyar
Kabar terbaru, INDS mulai memproduksi secara komersial lini bisnis fastener (U-Bolt) sejak 2025.
Produk tersebut disebut-sebut akan menjadi salah satu sumber pertumbuhan perseroan dalam beberapa tahun ke depan, seiring dengan strategi diversifikasi pasar dan ekspansi ke pasar global.
Direktur INDS Bob Budiono menjelaskan, pada tahap awal perseroan memfokuskan pemasaran fastener ke segmen aftermarket otomotif, sambil tetap membuka peluang investasi lanjutan untuk pengembangan fastener non-otomotif sebagai langkah diversifikasi risiko usaha.