“Tahun ini fokus kami masih aftermarket. Namun, kami juga menyiapkan opsi ekspansi ke fastener non-otomotif. Targetnya, Indospring bisa masuk tiga besar pemain fastener di pasar domestik dan menjadikan lini ini sebagai motor pertumbuhan jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (19/2/2026).
Menurut Bob, pabrik fastener Indospring kini telah beroperasi penuh, melengkapi portofolio bisnis perseroan yang sebelumnya didominasi oleh pegas daun, pegas keong, serta komponen sistem pengereman.
Dengan kapasitas produksi yang telah stabil, perseroan mulai mengarahkan strategi pada penguatan pasar ekspor.
Untuk 2026, Indospring membidik ekspor ke kawasan Timur Tengah, khususnya UAE dan Uzbekistan, serta pasar Amerika Serikat (AS).
Pemilihan wilayah tersebut didasarkan pada kesamaan spesifikasi kendaraan dengan Indonesia, terutama dominasi truk merek Jepang yang menggunakan model dan standar teknis serupa. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.