IDXChannel – Saham-saham konglomerat kompak anjlok pada Kamis (2/4/2026), seiring kekhawatiran pelaku pasar menjelang rilis daftar konsentrasi pemegang saham (high shareholding concentration) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Tekanan paling besar terjadi pada saham-saham Grup Barito milik Prajogo Pangestu.
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) anjlok 12,73 persen ke Rp4.800 per saham, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 12,33 persen ke Rp1.280 per saham, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melemah 8,95 persen ke Rp4.170 per saham.
Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga turun 7,52 persen ke Rp1.045 per saham, PT Petrosea Tbk (PTRO) melemah 6,72 persen ke Rp4.300 per saham, serta PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) turun 5,26 persen ke Rp810 per saham.
Saham-saham Grup Bakrie turut mengalami tekanan. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) melemah 7,89 persen ke Rp105 per saham, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) turun 7,33 persen ke Rp468 per saham, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melemah 5,77 persen ke Rp735 per saham.
Kemudian, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 4,20 persen ke Rp228 per saham, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) melemah 4,91 persen ke Rp775 per saham, dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) turun 3,54 persen ke Rp1.500 per saham.
Tekanan juga terjadi pada saham konglomerasi lainnya. Grup Hapsoro mencatat pelemahan pada PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) yang turun 10,91 persen ke Rp980 per saham, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) melemah 4,93 persen ke Rp4.920 per saham, dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) turun 4,45 persen ke Rp3.650 per saham.
Sementara itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) milik Grup Salim melemah 8,29 persen ke Rp4.700 per saham dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) turun 2,55 persen ke Rp7.650 per saham.
Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang terafiliasi Hashim Djojohadikusumo juga terkoreksi 5,75 persen ke Rp2.130 per saham, sedangkan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) milik Haji Isam turun 2,67 persen ke Rp8.200 per saham.
Secara umum, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot 2,19 persen ke level 7.026,78.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, mengatakan pada Kamis (2/4) bahwa regulator telah memperkenalkan kebijakan pengungkapan beneficial owner atau pemilik manfaat dari perusahaan tercatat di bursa.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki transparansi pasar saham Indonesia.
Menurut Hasan, pemegang saham maupun penyusun indeks global dapat meminta informasi terkait pemilik manfaat dari investor yang memiliki lebih dari 10 persen saham di perusahaan tercatat.
Hasan juga mengungkapkan bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerbitkan daftar konsentrasi pemegang saham (high shareholding concentration) setelah perdagangan bursa hari ini berakhir.
Menurutnya, daftar tersebut akan menjadi early warning bagi pelaku pasar dalam mengambil keputusan investasi, tanpa dikaitkan langsung dengan pelanggaran tertentu.
Lebih lanjut, regulator terus berdiskusi dengan penyusun indeks global terkait berbagai reformasi pasar yang tengah dijalankan.
OJK telah menindaklanjuti sejumlah rencana kebijakan, termasuk menaikkan batas minimum free float menjadi 15 persen serta mewajibkan pengungkapan daftar kepemilikan saham minimum 1 persen. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.