Dana hasil IPO berasal dari penerbitan maksimal 1,80 miliar saham baru atau setara 20,75 persen dari total modal setelah IPO. Perseroan berencana menggunakan dana tersebut untuk mendukung ekspansi bisnis dan penguatan operasional.
Mengacu pada prospektus, WBSA bergerak di bidang jasa logistik terintegrasi, meliputi angkutan darat, freight forwarding laut dan udara, pergudangan, hingga Inland Logistics Terminal (ILT). Prospek usaha dinilai positif seiring karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan serta meningkatnya aktivitas perdagangan dan hilirisasi.
Selain itu, tren efisiensi rantai pasok dan pertumbuhan ekonomi berbasis keberlanjutan turut menjadi pendorong utama sektor ini. Integrasi layanan logistik menjadi nilai tambah bagi emiten dalam memperluas pangsa pasar.
Sekadar informasi, pada perdagangan sore ini pukul 15.19 WIB Jumat (10/4/2026) indeks saham transportasi dan Logistik dalam IDXTRANS tercatat naik 1,18 persen ke posisi 1.899.313. Meski demikian, pelaku pasar tetap diingatkan untuk mencermati risiko volatilitas jangka pendek, mengingat lonjakan harga saham yang terjadi dalam waktu relatif singkat.
Di sisi lain, perbaikan kondisi geopolitik global juga menjadi sentimen tambahan. Hal ini mendorong investor kembali bersikap risk-on di pasar saham setelah sebelumnya mengalami tekanan koreksi.
(Shifa Nurhaliza Putri)