Sementara di pasar energi, harga minyak naik di sesi Asia pada Kamis (2/4) pagi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi sinyal serangan militer lanjutan terhadap Iran, yang kembali memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi di Timur Tengah.
Pernyataan tersebut melemahkan selera terhadap aset berisiko dan menyeret bursa saham Asia.
Dalam pidato utama pada jam tayang utama, Trump mengatakan, dikutip Dow Jones Newswires, “AS akan menghantam mereka sangat keras dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Kami akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu, tempat mereka seharusnya berada.”
Trump juga menyebut perang tersebut sebagai investasi bagi masa depan warga Amerika dan mengisyaratkan operasi militer AS dapat berakhir dalam waktu sekitar satu bulan.
Trump turut menyatakan, negara-negara sekutu yang bergantung pada minyak Timur Tengah yang melintasi Selat Hormuz, yang secara efektif telah ditutup Iran, “sebaiknya datang ke selat itu, ambil saja, lindungi, dan gunakan untuk kepentingan mereka sendiri.”