Menurutnya, jika tren kenaikan harga tersebut mampu berlanjut, dampaknya akan terasa langsung pada kinerja keuangan emiten.
Michael pun menjagokan empat saham logam. “INCO, AMMN, MBMA, dan NCKL. Semua memiliki potensi pembalikan arah (reversal),” kata dia, Selasa (6/1/2026).
Sementara, harga nikel terkoreksi dari level tertinggi dalam 19 bulan terakhir pada Rabu (7/1/2026) pagi, seiring reli kuat yang mendorong penguatan logam dasar mulai mereda.
Kontrak berjangka tiga bulan melemah pada awal perdagangan, setelah sempat melonjak hingga 10,5 persen mendekati USD 18.800 per ton pada Selasa.
Lonjakan intraday tersebut, yang ditopang risiko terhadap produksi di Indonesia sebagai pemasok utama, serta derasnya aliran investasi ke pasar logam domestik China, menjadi yang terbesar sejak akhir 2022.