“OASA dan BIPI seperti kita ketahui berada dalam segmentasi bisnis yang sedang diprakarsai oleh Danantara, yaitu waste-to energy,” ujar Michael, Jumat (10/4/2026).
Menurut dia, pergerakan kedua saham tersebut juga mulai menunjukkan perbaikan setelah sempat tertekan pada kuartal pertama tahun ini. Ia menilai minat pasar mulai kembali terlihat dari peningkatan volume transaksi.
Michael menambahkan, secara teknikal kedua saham masih memiliki ruang kenaikan dalam jangka pendek dengan level support yang perlu dijaga investor.
“BIPI berpotensi ke arah 300, dengan support di 224,” katanya.
Sementara itu, ia melihat ruang penguatan OASA masih terbuka dengan target harga yang lebih tinggi. “OASA memiliki target ke 400 dan 470, dengan support di 290,” tutur Michael.
Sebelumnya, OASA dan BIPI memperkuat kolaborasi di sektor energi hijau melalui transaksi saham pada entitas usaha yang terlibat dalam proyek PSEL.