Dari sisi ekspansi, perseroan membuka peluang peningkatan armada hingga 50 persen pada 2026, didukung kondisi keuangan yang lebih sehat setelah proses deleveraging. Pendanaan ekspansi akan berasal dari kombinasi ekuitas, pinjaman bank, hingga obligasi.
Dalam jawaban atas pertanyaan bursa terkait volatilitas transaksi pada 6 Januari 2026, BULL mengatakan perseroan membuka peluang untuk melakukan sejumlah tindakan korporasi dalam waktu ke depan sebagai bagian dari implementasi transformasi strategis pengembangan usaha.
Manajemen BULL menyampaikan, perseroan tengah membuka berbagai opsi pendanaan untuk mendukung ekspansi bisnis. Skema yang dipertimbangkan mencakup pendanaan perbankan, penerbitan obligasi, hingga penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue, serta alternatif aksi korporasi lainnya.
Meski demikian, manajemen menegaskan belum ada keputusan final terkait bentuk maupun waktu pelaksanaan tindakan korporasi tersebut, termasuk yang berpotensi berdampak pada pencatatan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam waktu dekat.
Kemudian, dalam keterbukaan pada 19 Desember 2025, LEAD mengumumkan penjualan dua unit kapal kepada pihak nonafiliasi dengan nilai transaksi mencapai USD8,35 juta. Dana hasil penjualan tersebut akan digunakan untuk membayar sebagian pinjaman perseroan.