SMDR mencatat, pada 3 Desember 2025 terjadi peningkatan signifikan pada Baltic Dry Index, yang merupakan salah satu indikator global untuk memantau pergerakan tarif angkutan laut (freight rate). Namun, SMDR menegaskan tidak terdapat informasi material lain yang berkaitan langsung dengan kondisi tersebut.
Emiten lainnya, GTSI menegaskan fokus ekspansi pada bisnis LNG, terutama FSRU dan Mini LNG Plant, sebagaimana disampaikan dalam Public Expose 2025 pada 18 Desember lalu.
Dari sisi efisiensi, GTSI mengoptimalkan sinergi dengan Humpuss Group melalui pelatihan karyawan terintegrasi dan penguatan posisi tawar pembiayaan.
Untuk pertumbuhan, perseroan merencanakan pengembangan Mini LNG Plant lewat skema EPC dengan Pertamina serta akuisisi fasilitas yang telah beroperasi. Proyek ini disertai rencana kerja sama investor China dengan estimasi investasi USD15-USD20 juta.
Di segmen FSRU, GTSI menilai bisnis ini menawarkan kontrak jangka panjang yang stabil 15-20 tahun dan mendukung ketahanan energi nasional. Perseroan berencana ikut tender FSRU PT PLN (Persero) pada 2026, dengan kisaran harga gas USD9-USD12.