Market Watch
Last updated : 16:15 WIB 31/05/2023

Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes

Major Indexes
  • IHSG
  • 6,633.26
  • -3.16
  • -0.05%
  • LQ45
  • 949.67
  • +6.57
  • +0.7%
  • IDX30
  • 494.61
  • +4.07
  • +0.83%
  • JII
  • 530.52
  • -7.10
  • -1.32%
  • HSI
  • 18,216.91
  • -17.36
  • -0.1%
  • NYSE
  • 14,887.14
  • -107.50
  • -0.72%
  • STI
  • 3,160.78
  • +1.98
  • +0.06%
Currencies
  • USD-IDR
  • 14,990
  • 0.00%
  • 0
  • HKD-IDR
  • 7
  • 0.00%
  • 0
Commodities
  • Emas
  • 943,493
  • -0.08%
  • -786
  • Minyak
  • 1,028,614
  • -1.21%
  • -12,592

Saham PGEO Terus Terkoreksi, Ini Kata Pengamat Pasar Modal

Market news
Rista Rama Dhany
20/03/2023 18:24 WIB
Saham PGEO terus mengalami koreksi. Akhir pekan lalu saham PGEO turun 8 persen ke 805 per saham dari harga IPO Rp875 per saham.
Saham PGEO Terus Terkoreksi, Ini Kata Pengamat Pasar Modal (FOTO: MNC Media)
Saham PGEO Terus Terkoreksi, Ini Kata Pengamat Pasar Modal (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Sejak resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) 24 Februari 2023 lalu, saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) terus mengalami koreksi. Akhir pekan lalu saham PGEO turun 8 persen ke 805 per saham dari harga IPO Rp875 per saham.

Pada akhir perdagangan hari ini, Senin (20/3/2023) saham anak perusahaan PT Pertamina (Persero) terkoreksi 0,62 persen ke 800 per saham.

Pengamat Pasar Modal Adler Haymans Manurung mengatakan terus turunnya saham PGEO tak lepas dari sejumlah penolakan berbagai pihak atas rencana go public perseroan.
 
“Saya sudah sering bilang di media, direksi yang desain strategi IPO ini sembarangan dan terlalu pede. Holding-nya juga tidak memperhatikan anaknya dengan baik,” kata Adler.

Adler menjelaskan, harga saham itu jelas akan merefleksikan fundamental dari perusahaan tersebut. Saham PGEO telah turun 8 persen di level Rp805 per lembar pada akhir pekan ini, dari harga IPO senilai Rp875 per saham.

Perseroan sendiri, tutur Adler, sudah menyatakan melalui prospektusnya bahwa investor harus menanggung sejumlah risiko ketika mengoleksi saham PGEO. 

Kemampuan perseroan untuk membayar dividen di masa depan akan tergantung pada pendapatan, kondisi keuangan, arus kas, kebutuhan modal kerja dan belanja modal di masa depan.
 
Ia menambahkan, bisnis geothermal (panas bumi) merupakan bisnis dengan risiko tinggi, 

"Hanya berkisar 50 persen kemungkinan panas bumi terbukti setelah dieksploitasi. Itupun harus menunggu hingga 8 tahun sebelum menghasilkan listrik,” tegas Adler.
 
Menurut Adler, Pertamina sebagai induk usaha harus belajar. 

“terutama dari kondisi sekarang. Jangan terlalu yakin dengan kondisi yang ada. Mereka kan diamati banyak pihak, sehingga mereka harus hati-hati,” tandasnya. (RRD)

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis IDX Channel tidak terlibat dalam materi konten ini.