Pengamat pasar modal, Hendra Wardana, menilai langkah strategis ini memberikan potensi fundamental yang luar biasa bagi PIPA.
"Dengan skema injeksi aset sebesar Rp3 triliun, PIPA berpotensi keluar dari bayang-bayang masa lalunya dan menjadi bagian penting dalam tulang punggung energi Indonesia. Langkah integrasi vertikal yang dilakukan Morris Capital, dari pipa plastik ke energi strategis, adalah langkah yang sangat cerdas. Kunci keberhasilan ada pada eksekusi dan keberlanjutan proyek-proyek energi yang akan dijalankan PIPA ke depan," katanya, Rabu (7/1/2026).
Secara teknikal, pergerakan saham PIPA sangat mencerminkan ekspektasi pasar yang tinggi terhadap transformasi ini. Saham PIPA sempat mencetak kenaikan fantastis di tahun 2025 sebelum mengalami koreksi tajam.
Beberapa indikator teknikal, seperti RSI 14-hari dan MACD, seringkali menunjukkan sinyal Buy atau Netral pada harga-harga koreksi, namun investor disarankan untuk tetap waspada mengingat kenaikan dan koreksi tajam yang telah terjadi. Rata-rata bergerak jangka pendek (MA5, MA50) bisa memberikan sinyal Buy namun rata-rata bergerak jangka panjang (MA200) mungkin masih menunjukkan sinyal jual pasca koreksi besar.
Level harga saat ini dinilai sebagai titik tarik-menarik antara sentimen jangka pendek yang cenderung negatif dan potensi fundamental jangka panjang yang sangat positif.