Harga CPO
Harga CPO melemah dalam perdagangan Asia, Rabu (29/4) dipicu meningkatnya produksi serta ekspor yang cenderung menurun.
Dalam risetnya, dikutip Dow Jones Newswires, AmInvestment Bank mencatat permintaan terhadap minyak sawit dan minyak kedelai masih lemah. Pembeli disebut cenderung menahan transaksi untuk kebutuhan jangka pendek, sehingga aktivitas perdagangan menjadi terbatas.
Kondisi ini tidak lepas dari harga yang masih relatif tinggi serta posisi persediaan yang cukup melimpah, terutama setelah pengiriman yang kuat pada Februari. Situasi tersebut membuat urgensi pembelian berkurang.
Dari sisi teknikal, AmInvestment Bank memproyeksikan level resistance CPO berada di kisaran 4.580 ringgit per ton, sementara support di 4.464 ringgit per ton.
Sejalan dengan sentimen tersebut, kontrak CPO Bursa Malaysia untuk pengiriman Juli tercatat turun 40 ringgit menjadi 4.496 ringgit per ton. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.