Logam dasar lainnya, seperti tembaga, menguat pada awal perdagangan Asia, Rabu (25/2), memimpin kenaikan di antara logam dasar seiring pasar China kembali beraktivitas pekan ini setelah libur panjang Tahun Baru Imlek.
Menurut analis ANZ Research dalam catatannya, dikutip Dow Jones Newswires, sentimen pasar terdorong oleh prospek penurunan tarif Amerika Serikat (AS) setelah Mahkamah Agung (MA) memutuskan sebagian kebijakan tersebut tidak sah.
“Pengenaan tarif yang tidak terlalu menghukum seharusnya menjadi katalis positif bagi ekspor China yang intensif menggunakan logam,” tulis mereka, meski bea masuk AS terhadap tembaga masih tetap berlaku.
Kontrak tembaga tiga bulan di London Metal Exchange (LME) tercatat naik 0,7 persen ke level USD13.257,00 per ton. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.