Pelaku pasar kini terus mencermati sinyal pasokan selanjutnya.
Sebelumnya, dalam riset yang terbit pada 14 Januari 2026, Bahana Sekuritas mempertahankan rekomendasi overweight pada sektor tambang logam.
Merespons hal tersebut, Bahana menaikkan target harga berbasis valuasi untuk PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), serta merevisi naik target harga berbasis sum of the parts analysis (SOTP) untuk PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan Trimegah Bangun Persada (NCKL).
Kenaikan target harga ini mencerminkan rerating global sektor logam, di mana rata-rata valuasi emiten sejenis di pasar global kini diperdagangkan pada EV/EBITDA untuk tahun fiskal 2026-2027 sebesar 10,7 kali (x)/8,6x, naik dari 8,5x/6,6x pada November 2025.
Bahana menambahkan MDKA sebagai saham pilihan utama dan mempertahankan NCKL, dengan alasan emiten tambang terintegrasi dinilai lebih berpeluang merealisasikan kuota dibandingkan produsen yang bergantung pada penjualan pihak ketiga.
Meski demikian, Bahana menilai keberlanjutan reli harga sangat bergantung pada eksekusi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).