Komentar terbaru dari Kementerian ESDM mengindikasikan penyesuaian kuota akan mengikuti kebutuhan smelter, yang berpotensi meredam ekspektasi pemangkasan tajam hingga 34 persen secara tahunan.
Namun, potensi kenaikan harga masih terbuka jika pengendalian pasokan diperketat, sebagaimana pernah terjadi pada minyak sawit mentah (CPO) dan timah.
Bahana juga menilai reli harga saham saat ini lebih didorong oleh posisi spekulatif, bukan oleh pengetatan pasokan fisik.
Menurut hemat Bahana, risiko utama tetap berasal dari pelemahan harga nikel, ketidakpastian kebijakan, serta keterlambatan eksekusi proyek. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.