Program tersebut tidak hanya mencakup produksi motor listrik, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem yang meliputi baterai, pembiayaan, hingga infrastruktur pengisian daya.
Danantara juga menyatakan perbankan dan institusi keuangan di bawahnya siap memberikan pembiayaan dengan bunga lebih rendah dan tenor lebih panjang untuk mendukung Molinas. Danantara turut menyiapkan pengembangan infrastruktur pengisian daya dengan memanfaatkan jaringan yang dimiliki Pertamina dan PLN.
Program tersebut berpotensi memperbesar permintaan terhadap kendaraan listrik sekaligus mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik nasional.
Kemenko Perekonomian memperkirakan ekosistem Molinas dapat menciptakan nilai ekonomi hingga Rp150 triliun sepanjang 2026-2031.
Sentimen tersebut menjadi perhatian bagi emiten yang memiliki eksposur terhadap ekosistem kendaraan listrik, termasuk TOBA melalui Electrum.