Namun, penguatan TOBA terjadi ketika sejumlah saham lain yang juga memiliki keterkaitan dengan ekosistem kendaraan listrik justru bergerak melemah.
Saham PT Indika Energy Tbk (INDY), yang memiliki bisnis motor listrik melalui ALVA, turun 1,12 persen ke Rp2.660 per unit dengan nilai transaksi Rp14 miliar.
Sementara itu, saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), yang memiliki jenama motor listrik Volta, melemah 0,68 persen dengan nilai transaksi yang relatif sepi, yakni Rp232 juta.
Saham PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS), yang memiliki bisnis kendaraan listrik melalui merek Selis, juga turun 1 persen ke Rp99 per saham. Nilai transaksi SLIS tercatat Rp2,13 miliar.
Selain sentimen motor listrik, TOBA juga memiliki kabar korporasi terbaru terkait pelaksanaan Management and Employee Stock Option Program (MESOP).