AALI
12325
ABBA
196
ABDA
0
ABMM
3060
ACES
995
ACST
161
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
655
ADMF
8075
ADMG
180
ADRO
3150
AGAR
330
AGII
2010
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
126
AHAP
62
AIMS
232
AIMS-W
0
AISA
157
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
925
AKRA
1005
AKSI
224
ALDO
900
ALKA
302
ALMI
280
ALTO
208
Market Watch
Last updated : 2022/05/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.20
-1.33%
-7.19
IHSG
6840.78
-1.12%
-77.37
LQ45
1002.57
-1.24%
-12.61
HSI
20470.06
-1.19%
-247.18
N225
27001.52
0.98%
+262.49
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,169 / gram

Sahamnya Diborong Ustaz Yusuf Mansur, Berikut Perjalanan Bisnis Repower Asia (REAL)

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Sabtu, 21 Agustus 2021 15:42 WIB
Ustaz Yusuf Mansun memborong saham emiten PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) senilai Rp30 miliar.
Sahamnya Diborong Ustaz Yusuf Mansur, Berikut Perjalanan Bisnis Repower Asia (FOTO: MNC Media)
Sahamnya Diborong Ustaz Yusuf Mansur, Berikut Perjalanan Bisnis Repower Asia (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Ustaz Yusuf Mansun memborong saham emiten PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) senilai Rp30 miliar. Bagaimana sepak terjang bisnis perusahaan yang bergerak di sektor properti tersebut?

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham REAL juga unggul di jajaran top gainers pekan ini pada 16-20 Agustus 2021 dengan naik 120%. Harganya terkerek dari level Rp50 ke level Rp110.

Menurut para investor, saham ini seperti 'bangkit dari kubur', karena jarang sekali beraktivitas di bursa sejak debutnya pada 6 Desember 2019. Di saat pertama kali melantai di bursa pada 6 Desember 2019, harga saham REAL berada di Rp 100 per lembar.

Sebelumnya saham tersebut pernah mencapai rekor tertinggi di level Rp 540 pada awal Januari 2020, lalu turun hingga berada di angka Rp 50 per lembar per akhir Juli di tahun yang sama. Saham REAL terakhir kali bergerak pada 26 November 2020 atau naik 4% ke Rp 52 per saham.

Saat ini kapitalisasi pasar REAL sebanyak Rp 683 miliar. Adapun rasio harga pasar per saham dengan laba per saham tersebut sebesar 297,3 kali. Pada perdagangan pagi hari ini, saham REAL dibuka di level Rp 115 per lembar saham.

Ustaz Yusuf Mansur, yang juga pimpinan Pondok Pesantren Daarul Qur'an, dan juga pemilik perusahaan aset manajemen PT Paytren Aset Manajemen (Paytren) tiba-tiba melakukan langkah strategis dengan membeli saham perusahaan properti dengan kategori 'gocap' alias saham dengan harga terendah Rp 50 per saham ini.

Melalui akun Instagramnya, Yusuf Mansur menilai saham REAL punya fundamental bagus dan bisa jadi kendaraan buat seluruh bisnis properti. "Tar kita kelola yang bener ini perusahaan. bukan jadi perusahaan goreng-gorengan. tumbuh dan besar bareng. Saya masuk dengan izin Allah jadi pemegang sahamnya," katanya lewat akun @yusufmansurnew, Senin (16/8/2021).

Secara kinerja, per Maret 2021, penjualan REAL baru mencapai Rp 4,94 miliar, naik dari periode yang sama tahun lalu Rp 4 miliar. Sementara laba bersih di Q1-2021 baru mencapai Rp 580 juta, naik 41,23% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 410,67 juta.

Tahun lalu, laba perusahaan turun menjadi Rp 1,02 miliar dari tahun sebelumnya Rp 1,38 miliar, dengan pendapatan naik menjadi Rp 12,68 miliar dari sebelumnya Rp 10,13 miliar.

Tapi aset perusahaan di Maret 2021 mencapai Rp 352,23 miliar, dari akhir Desember 2020 sebesar Rp 352 miliar. Dari jumlah aset itu, aset lancarnya saja mencapai Rp 179 miliar.

Kewajiban perusahaan di Maret 2021 hanya sebesar Rp 1,67 miliar, dari Desember 2020 sebesar Rp 2,61 miliar. Adapun ekuitas mencapai Rp 350,56 miliar dari Rp 349,98 miliar di Desember 2020 sehingga tingkat rasio utang terhadap ekuitas alias debt to equity ratio (DER) hanya 0,004 kali.

Yusuf Mansur menegaskan ada rencana besar di balik upayanya membeli saham emiten 'gocap' ini. "Bismillaah walhamdulillaah. Ini saham gocap, hehehe. tapi fundamentalnya bagus. Bisa jadi kendaraan buat seluruh bisnis properti. Entar kita kelola yang bener ini perusahaan. Bukan jadi perusahaan goreng-gorengan. Tumbuh dan besar bareng, saya masuk dengan izin Allah jadi pemegang sahamnya," kata Yusuf Mansur. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD