AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20096.96
-0.37%
-74.31
N225
26703.31
0.1%
+25.51
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Sariguna (CLEO) Bukukan Laba Rp45,8 Miliar di Kuartal I-2022

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Jum'at, 13 Mei 2022 19:33 WIB
PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) sukses mengantongi laba bersih sebesar Rp45,76 miliar pada kuartal pertama tahun 2022.
Sariguna (CLEO) Bukukan Laba Rp45,8 Miliar di Kuartal I-2022. (Foto: MNC Media)
Sariguna (CLEO) Bukukan Laba Rp45,8 Miliar di Kuartal I-2022. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) sukses mengantongi laba bersih sebesar Rp45,76 miliar pada kuartal pertama tahun 2022. Emiten air minum dalam kemasan (AMDK) itu mampu meningkatkan laba bersih 9,37 persen dari periode sama tahun 2021 sebesar Rp41,84 miliar.

Pendapatan CLEO juga tumbuh 29,71 persen menjadi Rp307,67 miliar dari Rp237,19 miliar.

“Kami bangga bahwa hingga saat ini, CLEO masih dapat menjaga eksistensinya bahkan menjadi salah satu pilihan air minum dalam kemasan bagi masyarakat Indonesia," kata Wakil Direktur Utama CLEO, Melisa Patricia, dalam siaran resmi yang diterima MNC Portal Indonesia, dikutip Jumat (13/5/2022).

Lebih rinci, dari penjualan segmen non-botol menjadi penopang utama pendapatan perseroan sebesar Rp156,26 miliar, disusul segmen botol Rp146,31 miliar, dan lain-lain Rp5,08 miliar.

Hingga saat ini, CLEO telah memiliki 27 pabrik pengolahan AMDK ditambah dengan 3 pabrik lainnya yang diproyeksikan akan selesai di tahun 2022.

"Perseroan memiliki jaringan distribusi yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia, diantaranya Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Papua dengan total jaringan sebanyak 200 distributor internal dan 1.515 total distributor eksternal," ungkap Melisa.

Kinerja triwulan pertama tahun ini membuat perseroan membukukan laba per saham dasar sebesar Rp3,81, dari sebelumnya Rp3,49.

Adapun jumlah aset per 31 Maret 2022 mencapai Rp1,43 triliun, terdiri dari aset lancar Rp328,23 miliar, dan aset tidak lancar Rp1,10 triliun. Jumlah ini tumbuh 6,29 persen dibandingkan posisi aset akhir tahun 2021 senilai Rp1,34 triliun.

Liabilitas hingga Maret 2022 membengkak dari Rp346,60 miliar, dari Rp385,74 miliar, sementara ekuitas tumbuh dari Rp1,00 triliun menjadi Rp1,04 triliun. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD