Berdasarkan data perdagangan sepekan, saham bank pelat merah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi emiten dengan aksi jual asing terbesar. Investor asing mencatat jual bersih Rp656,21 miliar di saham BMRI, sementara harga sahamnya turun 9,29 persen ke level Rp4.200 per unit.
Di posisi berikutnya, saham tambang BUMN PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dilego asing sebesar Rp304,60 miliar. Meski tekanan jual asing cukup besar, penurunan harga saham ANTM relatif lebih terbatas, yakni 3,58 persen ke Rp3.500.
Saham Grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), juga masuk daftar saham dengan tekanan jual asing terbesar. Net foreign outflow di saham DSSA mencapai Rp298,92 miliar, dengan harga saham anjlok 20,99 persen ke level Rp1.035.
Selanjutnya, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mencatat jual bersih asing Rp260,21 miliar. Saham CUAN sekaligus menjadi salah satu yang terkoreksi paling dalam, yakni turun 24,11 persen dalam sepekan ke level Rp850.
Sementara itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang terafiliasi Grup Salim mencatat net foreign outflow Rp173,44 miliar. Harga saham AMMN melemah 12,11 persen ke Rp3.700.